Kamis, 20 Februari 2014
PENTINGNYA ILMU IT BAGI KEHUMASAN
PENTINGNYA PENGETAHUAN IT (ILMU TEKNOLOGI ) BAGI PARA PENGEMBAN FUNGSI HUMAS POLRI DALAM PELAKSANAAN TUGAS SEHARI – HARINYA
Balikpapan, 21 Februari 2014 setelah berakhirnya penutupan acara pendidikan dan pelatihan Jurnalistik angkatan IV bagi Staf PT Makin ( Matahari Kahuripan Indonesia ) Group dan personil Polri yang mengemban tugas Kehumasan di Jajaran Polda Kalimantan Timur yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Februari 2014 sampai dengan 21 Februari 2014 bertempat di Hotel Zurich Jl. Jendral Sudirman No. 81 Balikpapan, Bripka Awang Irwansyah peserta pendidikan dan pelatihan dari Polresta Samarinda mengatakan bahwa pentingnya ilmu pengetahuan teknologi bagi para personil Polri yang mengemban fungsi Kehumasan.
Ia mengatakan bahwa seluruh personil Polri perlu harus mempunyai kemampuan pengetahuan ilmu teknolgi agar tidak ketinggalan jaman apalagi bagi personil Polri yang mengembang fungsi Kehumasan. Dimana dengan mengetahui ilmu teknologi kita anggota yang mengemban fungsi Kehumasan Polri akan bisa menduniakan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan cara mengirim segala kegiatan – kegiatan positif yang dilakukan Polri dalam membangun citra Kepolisian menjadi yang lebih baik.
Dimana akhir – akhir ini Institut Kepolisian menjadi tercoreng karena ulah dari oknum itu sendiri dengan segala macam kasus - kasusnya. Di jaman era globalisasi saat ini banyak media elektronik yang bisa kita gunakan untuk membangun citra Kepolisian yang positif di mata masyaraka Indonesia maupun dimata dunia. Kita ambil contoh sarana eletronik yang sudah sangat – sangat mendunia contohnya Youtube maupun facebook dan twiter, siapa yang tidak mengenal ketiga sarana elektronik tersebut tukas Bripka Awang Irwansyah.
Ia memaparkan bahwa kita selaku Kepolisian bisa mengunakan ketiga sarana eletronik yang sudah mendunia saat ini untuk membangun citra Kepolisian dengan cara mengirimkan video – video pendek maupun foto – foto kegiatan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang positi dan mendapatkan perhatian dan respon yang positif dari masyarakat maupun dunia luar.
Namun terkadang seorang personil Polri yang mengembang tugas Kehumasan sat ini masih dipandang sebelah mata, mengingat kesatuan Humas Polri juga baru terbentuk sehingga perlu mendapatkan perhatian dari Pimpinan Polri itu sendiri. Sarana dan prasarana Kehumasan yang terkadang tidak memadai dan bahkan terkadang harus swadaya kita sendiri demi kelancaran dalam kerjaan kita papar Bripka Awan Irwansyah.
Dari pendidikan dan pelatihan Jurnalistik tersebut, Bripka Awang memaparkan bahwa ia mendapatkan ilmu cara membuat blog, membuat berita, menulis isi berita, menjadi seorang jurnalis, dan fotografer yang sangat berharga yang belum ia dapatkan. Karena kurang lebih dari 4 tahun ia menjadi seorang personil Polri hanya mendapatkan ilmu cara memotrert secara alami dan sedikit pengetahuan dari para wartawan mitra kepolisian yang mau berbagi ilmu fotograper namun itu belum cukup tuturnya dengan tegas saat diwawancarai.
Ia menuturkan selama ini ia mengambil gambar jepret sana jepret sini dengan kameranya Canon D1100 apakah sudah benar atau salah juga ia tidak tahu tehnik – tehnik cara menyelaraskan obyek dengan cahaya maupun dengan situasi saat itu yang penting di jepret dulu untuk hasilnya urusan belakangan tuturnya. Dalam pendidikan dan pelatihan tersebut ia menjadi sedikit tahu bagaimana cara mengambil gambar yang bagus.
Dengan sedikit ilmu yang telah ia dapatkan pada pendidikan dan pelatihan Jurnalistik tersebut ia berharap akan mendapat hasil jepretan yang bagus seperti seorang fotografer Internasional dan dapat membangun citra Kepolisian di kedepannya dengan menggunakan berbagai macam media ilmu teknologi yang saat ini yang begitu canggih salah satunya media sosial facebook dan blog. Ia juga berharap agar pendidikan dan pelatihan tersebut bisa berlanjut lagi ke tingkat selanjutnya agar otak lebih terasah lagi tutur bapak yang saat ini memiliki putra 3 orang dari perkawinan 10 tahun silam dengan seorang wanita bernama Rina Oktahvia.
2
Banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari pendidikan dan pelatihan tersebut papar bapak yang akrab disapa dengan panggilan Bang Awang ini, namun jika ilmu yang telah kita dapatkan dan tidak kita pergunakan dalam tugas dan kehidupan sehari – hari maka biasanya akan mudah terlupakan papar Bang Awang.
Ia menjelaskan ilmu yang didapatkan dalam pendidikan dan pelatihan citizen jurnalistik yang dipaparkan oleh para nara sumber yang terkenal dan telah berpengalaman adalah ilmu yang sangat berharga dan susah didapatkan dalam kehidupan sehari – hari dan rugi jika tidak dimanfaatkan dalam pelaksanaan tugas di kedepannya tutur Bripka Awang Irwansyah. Ia juga menegaskan bahwa mengikuti pendidikan dan pelatihan Jurnalisme Warga ini merupakan awal sejarah Kepolisian Republik Indonesia dimana selama ini baru – baru ini saja kegiatan – kegiatan tersebut dilakukan oleh Polri.
Kegiatan pendidikan dan pelatihan jurnalisme warga tersebut diadakan berkat kerjasama Div Humas Polri, PT Makin dan Persatuan Pewarta Warga Indonesia ( PPWI ). Kami berharap pimpinan polri khususnya dari Pusat sampai ke Polsek akan lebih memperhatikan Humas Polri dalam menunjang meningkatkan citra Kepolisian dalam rangka berkomunikasi dengan masyarakat dan meraih empati dari masyarakat tutur pria berbadan gemuk ini mengakhiri wawancara.(#AW#)
Langganan:
Komentar (Atom)